Menggoda juga butuh data akurat.

Bapak: “Waduh, mbaknya cantik sekali ya, soleha seperti Revalina S. Tomat.”
Penjaga Pom Bensin berjilbab: “…”
Anak: “Revalina S. Temat, Pa…”
Bapak: “Oh iya, itu. Abis pipinya merah seperti tomat…” (ngeles)
Penjaga Pom Bensin: “Makasih, pak…”
Bapak: “Kapan-kapan daftar aja casting, siapa tau bisa kaya dia di Perempuan Berkalung Korban.”
Anak: “Grrrr…”

MT Haryono, didengar oleh si anak yang langsung ingin bersembunyi di dalam truk tangki.

Aman pula!

Di sebuah acara keluarga,
Anak SD: “Kak, emang pake kondom bagus ya?”
Mahasiswi: (Terpana dan diam lama) “… emang siapa yang pake?” (Berusaha tenang)
Anak SD: “Kakak aku yang cowok, dia pake kondom!”
Mahasiswi: “…”
Anak SD: “Iyaaa, tapi katanya pake kondom itu bisa menghalangi sinyal hape. Emang betul ya, kak?”
Mahasiswi: (Kembali bernafas)

Didengar oleh si mahasiswi yang akhirnya lega tidak perlu menjelaskan tentang bunga dan kumbang.

Jadi supporter tidak perlu mitimitika!

Reporter: “Mbak, di sini saya lihat bawa posternya Christian Gonzales, nge-fans ya?”
Supporter: (Antusias) “Iyaaa, saya suka banget sama Gonzales! Dia maennya jago banget!”
Reporter: “Oke, oke, prediksi mbak, di pertandingan ini, Gonzales bisa nyetak berapa gol nih?”
Supporter: (Masih antusias) “Errr, hari ini dia pasti nyetak tiga gol, mbak!”
Reporter: “Kalau begitu, berapa prediksi skor pada pertandingan hari ini?”
Supporter: (Semangat) “DUA KOSONG!”

Liputan berita, didengar oleh penonton yang langsung merasa kalah di awal.